Rabu, 19 Maret 2014

Janji-janji para Caleg, akankah terealisasikan?

Tahun 2014 adalah tahun politik, kenapa saya sebut sebagai tahun politik? Karena di tahun ini akan diadakan pesta demokrasi negara kita Indonesia yang diadakan 5 tahun sekali yaitu pemilu/pemilihan umum. Di tahun ini semua tanpa terkecuali partai-partai politik berkampanye agar bisa menang di pemilu. Tak terkecuali para calon legislatif atau yang biasa disebut caleg. Para caleg berlomba-lomba berkampanye mulai dari menyebar brosur, pamflet, spanduk-spanduk yang bertebaran di jalan sampai mengadakan sebuah acara yang intinya adalah mengkampanyekan dirinya sendiri di pemilu 2014 ini. Sampai-sampai dana ratusan bahkan miliaran rupiah bisa habis buat kampanye. Jika mereka berhasil mengambil hati rakyat dan rakyat memilihnya maka jadilah dia anggota dewan. Jika mereka tidak berhasil atau gagal terpilih maka ada beberapa kemungkinan, bisa balik jadi orang biasa lagi atau juga bisa gila dan bahkan ada juga yang sampai bunuh diri, na'udzubillahi min dzalik.
Dan untuk mengambil hati rakyat mereka semua pada menggelontorkan janji-janji kampanye. Janjinya bisa bermacam-macam, mulai dari tak berhenti berjuang untuk rakyat, sekolah gratis, kesehatan masyarakat terjamin, dll.



Tapi apakah janji-janji itu sa terlaksana???

jawabannya bisa ya, bisa tidak dan bisa juga tidak mungkin. kenapa bisa tidak mungkin? ya bisa saja anggota dewan tersebut jadi terdakwa korupsi terus dihukum mati, kan kalau sudah mati ya sudah nggak bisa menepati janjinya.
Bahkan sebagian besar tidak bisa menepati janjinya, alasannya macam-macam mulai dari kesepakatan rapat, kekurangan dukungan sampai tidak ada dana.
Menurut saya sih kalau memang sudah tahu bakalan seperti itu mohon jangan sebarkan janji-janji yang terkesan omong kosong. Karena anggota dewan tidak hanya satu orang tapi banyak orang dan untuk mengumpulkan banyak anggota dewan pasti ada rapat, dan kalau ada rapat pasti ada tunjangan rapat, dan kalau ada tunjangan rapat pasti mengambil dari uang negara, dan uang negara pasti berasal dari rakyat.
Dan ketika ada rapat banyak yang nggak hadir, ada yang hadir tapi banyak yang tidur, ada yang bangun tapi gag menyimak rapat. Dan kalau sudah dibuat keputusan nanti ngomongnya itu bukan keputusan bersama. Jadilah mengadakan rapat lagi, tunjangan lagi, uang rakyat lagi. Wah wah bisa-bisa uang rakyat nggak kembali ke rakyat tapi ke wakil rakyat.

Ya Sudahlah memang itu sifat manusia. Dan semoga saja pemilu 2014 ini menghasilkan para Anggota dewan yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.
Dan semoga pemilu 2014 Sukses.... Amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar